Transatu.id, SUMENEP - Anggota DPRD kabupaten Sumenep Madura dari daerah pemilihan (Dapil) VIII, kepulauan Kangean dan Sapeken desak pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menambah armada transportasi laut, guna mengurai penumpukan penumpang saat momen lebaran idul Fitri 1447 H/2026 M. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asli Kecamatan Sapeken Syamsul Bahri mengimbau agar pemerintah Kabupaten Sumenep menambah armada angkutan kapal jalur Kalianget, Kangean, Sapeken. "Kami sudah kordinasi dengan Disperkimhub Sumenep agar ada penambahan armada kapal guna mengurai penumpukan penumpang dalam momen mudik lebaran tahun 2026," kata Syamsul Bahri Jum'at (27/02/2026). Ia berharap sebagai Anggota DPRD Sumenep wilayah dapil VIII dalam angkutan mudik lebaran tahun 2026 tidak ada penumpukan yang signifikan apalagi diwaktu pemberlakuan mudik gratis. "Saya berharap penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran menuju wilayah kepulauan, khususnya Kepulauan Kangean dan Kepulauan Sapeken, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan manusiawi," tegasnya. Bahri sapaan akrab warga desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken ini menekankan pentingnya penambahan armada kapal, baik kapal reguler maupun kapal perintis, "Ini guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Idul fitri," ujarnya. Selain itu, jadwal keberangkatan diharapkan lebih pasti dan tepat waktu, sehingga masyarakat kepulauan tidak terlantar di pelabuhan. "Saya juga meminta agar keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, termasuk kelayakan kapal, ketersediaan alat keselamatan, serta pengawasan ketat terhadap kapasitas muatan,$ harapnya. Bahri berharap juga tidak ada praktik overkapasitas yang dapat membahayakan penumpang. Pihaknya menerangkan perlunya koordinasi intensif antara pemerintah daerah, operator kapal, KSOP, dan instansi terkait agar pelayanan mudik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi. "Mudik adalah momen sakral bagi masyarakat. Negara dan pemerintah daerah harus hadir memastikan saudara-saudara kita di kepulauan dapat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan bermartabat," pungkasnya.