Sementara itu, di sisi penegakan hukum (represif), jumlah teguran meningkat drastis hingga 141%, mencerminkan pendekatan yang lebih humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran.

Sedangkan jumlah tilang manual mengalami penurunan 43%, dan pelanggaran oleh pengendara di bawah umur menurun 96%, menunjukkan adanya dampak dari edukasi dan patroli yang berkelanjutan.

Salah satu indikator keberhasilan lainnya terlihat dari total penurunan pelanggaran oleh sepeda motor sebesar 36%, dan tidak ditemukan pelanggaran serius seperti pengendara mabuk atau melebihi batas kecepatan.

“Penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan Operasi Patuh Semeru, tetapi juga merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara jajaran kepolisian, masyarakat, dan media dalam membangun budaya tertib berlalu lintas,” ujar Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K.

Dengan pendekatan yang lebih persuasif, Polres Sumenep juga memperkuat kegiatan preventif seperti patroli dan penjagaan. Meski jumlah patroli turun, efektivitasnya meningkat, ditandai dengan situasi lalu lintas yang relatif aman dan terkendali selama masa operasi.