Gerrad menduga rokok bodong merek NICE ini tidak diperoleh sendirian, namun ada pihak lain yang ada di belakangnya sehingga bisnis yang dapat merugikan keuangan negara itu berjalan mulus.

"Rokok bodong merek NICE beredar luas di pasaran Madura laris seperti kecap. Bahkan, juga kerap dikirim ke luar pulau Jawa, yang jelas tidak mungkin diproduksi sendirian," ujarnya.

Menurut Gerrad rokok bodong merek NICE ini masuk pada pengawalan Forkot di 17 Sampel Rokok Ilegal yang telah disodorkan kepada Bea Cukai Madura.

Jawaban Bea Cukai Madura melalui Humasnya, Aswad berdalih telah melakukan penindakan dengan memusnahkan ribuan batang rokok ilegal.

“Kami telah memusnahkan ribuan batang rokok ilegal,” ujar Aswad dalam forum audiensi bersama Forkot Pamekasan, Rabu (26/3/2025).