Taufik, warga setempat yang juga membantu proses perbaikan jalan tersebut, menyampaikan bahwa kerusakan jalan poros Kabupaten sudah berlangsung kurang lebih 20 tahun.
“Jalan ini sudah hancur dan hampir tidak bisa dilewati kendaraan karena genangan air yang sangat tinggi dan terdapat banyak lubang di tengah jalan,” ungkap Taufik.
Selain itu Bahruji, Kepala Dusun Bantar Barat berharap kepada Pemerintah Kabupaten, untuk segera merespon keluhan masyarakat, khususnya jalan yang saat ini tengah diperbaiki secara swadaya.
“Kami berharap pemerintah cepat tanggap, merespon persoalan ini, karena ini adalah akses utama yang sering dilewati kendaraan, khususnya kendaraan - kendaraan besar, yang mengangkut material bangunan. ” ujar Bahruji.
Terpisah Kepala Desa Blumbungan, Ferry Andrianto menambahkan, bahwa kegiatan swadaya tersebut merupakan hasil musyawarah bersama tokoh, perangkat desa dan warga Blumbungan.