"Dari keseluruhan pupuk yang bersubsidi masyarakat Kecamatan Rubaru tidak menikmati 50 persennya," paparnya.

Pada intinya bagaimana kebocoran pupuk ini bisa di atasi. maka, kita harus inten berkolaborasi untuk memantau kebocoran tersebut.

"Ada beberapa kejadian pupuk bersubsidi milik warga Kecamatan Rubaru hendak keluar dari wilayah dan di amankan oleh pihak yang berwajib," terangnya.

Fungsi pengawasan harus ditingkatkan baik dari pihak TNI - Polri, Korluh dan stakeholder yang lain. "Korluh secara intens memberikan sosialisasi dan berinovasi agar pupuk bersubsidi bisa diterima oleh petani secara merata sesuai dengan kebutuhan," imbuhnya.

Sementara itu Kordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Rubaru Asep mengajak kepada semua pihak untuk ikut serta dalam pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi.