Menurutnya, rendahnya dinding pembatas menyebabkan air banjir bercampur lumpur kerap masuk ke kolam saat banjir tahunan.
"Setiap banjir, air bercampur lumpur masuk ke kolam sehingga menjadi kotor dan harus dibersihkan kembali. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian agar potensi wisata Aek Hangat tidak terus terbengkalai," ungkap Usman.
Selain pembenahan fasilitas wisata, Usman berharap perluasan jaringan listrik dapat dilanjutkan hingga menjangkau kawasan Aek Hangat dan sepanjang jalan menuju Pondok Pesantren Al Mumtazah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Cek Endra atas perjuangannya membantu merealisasikan usulan penambahan tiang dan perluasan jaringan listrik di Jalan Air Panas.
"Alhamdulillah, sebagian usulan masyarakat sudah terealisasi, bahkan kabel listrik telah terpasang sejak Juli 2026. Namun, masih ada beberapa titik yang belum teraliri listrik," jelasnya.