TRANSATU.ID,PAMEKASAN – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan melakukan audiensi terhadap pemangku program Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat, di Ruang Wahana Wicaksana Praja, Selasa, 27 April 2026.
Kedatangannya, untuk menanyakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) anaerob-aerob dapur SPPG se-Pamekasan yang menjadi salah satu syarat beroperasi.
“Secara aturan, seharusnya IPAL itu diurus terlebih dahulu lalu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baru bisa beroperasi,” kata ketua KNPI Pamekasan, Haidar Ansori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun yang terjadi di Pamekasan saat ini, dapur tidak memiliki IPAL hanya SLHS tapi tetap maksa beroperasi.
“Dari 120 dapur yang beroperasi, hanya tujuh yang memiliki IPAL, sisanya tidak ada. Ini kan lucu,” tambahnya.
Aktivis Pergerakan tersebut meminta Korwil MBG Pamekasan agar segera melakukan tindakan kebawah agar dapur di Pamekasan mengurus IPAL tersebut.
“Kalau tetap tidak terselesaikan lebih baik ditutup terlebih dahulu, karena ini menyangkut siswa dan hak orang banyak,” tegas haidar.
Saat menemui audiensi KNPI, Korwil MBG Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menyampaikan, dari total 128 dapur yang ada, telah memiliki IPAL konvensional.
“Cuma terjadi perubahan dapur harus memiliki IPAL anaerob-aerob, itu lagi proses,” tuturnya.
Kata Hariyanto, perubahan IPAL konvensional ke IPAL anaerob-aerob atas permintaan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dengan adanya perubahan itu kami akan melakukan sosialisasi pada hari kamis, ditunggu saja progresnya,” tutupnya.







