IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

DAM Irigasi Jebol, 533 Hektare Sawah di Betung Bedarah Timur Terancam Gagal Tanah

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat berupaya memperbaiki DAM yang Jebol. (ARD)

Warga saat berupaya memperbaiki DAM yang Jebol. (ARD)

TEBO, Transatu.id – Ratusan hektare sawah milik petani di Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, terancam tidak dapat ditanami padi pada musim tanam tahun 2026. Hal ini disebabkan bendungan atau DAM irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah mengalami kebocoran parah hingga tidak mampu lagi menampung air.

Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat Desa Betung Bedarah Timur, Ali Amin, Senin 26 Januari 2026. Ia mengatakan kebocoran pada bendungan irigasi sudah cukup besar sehingga air tidak lagi mengalir ke lahan persawahan warga.

“Petani terancam tidak bisa menanam padi tahun ini karena bendungan atau DAM irigasi bocor cukup besar. Kerusakannya tidak bisa ditangani secara swadaya oleh petani maupun masyarakat,” ungkap Ali Amin.

Akibat kerusakan tersebut, sekitar ±533 hektare sawah yang selama ini menggantungkan pengairan dari bendungan tersebut kini mengalami kekeringan. Padahal, bendungan tersebut berfungsi vital sebagai penampung air terutama saat musim kemarau.

Menurut Ali Amin, masyarakat dan petani setempat sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan sementara. Namun keterbatasan kemampuan dan biaya membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Petani dan masyarakat sudah berupaya semampunya, tapi belum ada bantuan turun. Sementara musim tanam 2026 ini sudah sangat dekat,” katanya.

Lebih lanjut, Ali Amin menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Betung Bedarah Timur telah mengambil langkah dengan mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Bupati Tebo guna perbaikan bendungan irigasi yang bocor tersebut.

“Pemerintah desa sudah menyurati dan mengajukan proposal ke Bapak Bupati Tebo. Karena ini sifatnya mendesak dan menyangkut hajat hidup petani,” tambahnya.

Masyarakat berharap Bupati Tebo segera merespon dan memberikan solusi konkret, agar bendungan irigasi bisa diperbaiki secepatnya dan petani tidak kehilangan musim tanam yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi warga. (ARD)

Baca Juga :  Satlantas Polres Sumenep Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalulintas Dengan Sopir Angkot
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam
Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel
Baru Selesai Dibangun Lampu Taman Rp3 Miliar di Sebelah Polres Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:08 WIB

Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:58 WIB

Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:57 WIB

Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel

Berita Terbaru