IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Viral Lauk MBG Menu ‘Baut’, Dugaan Keterlibatan M.A Anggota DPRD Dapil 3 Menguat

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Gambar : Kolase rakyat Sulsel fajar-kotajakartabarat/instagram

Ket. Gambar : Kolase rakyat Sulsel fajar-kotajakartabarat/instagram

Pamekasan, Transatu.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kembali menjadi sorotan tajam publik. Setelah sebelumnya muncul kasus makanan berbau dan basi, kini masyarakat dihebohkan dengan video viral berdurasi 14 detik yang memperlihatkan lauk telur dadar berisi baut logam di salah satu sekolah di Kecamatan Waru, Pamekasan.

Video tersebut memperlihatkan seseorang mengeluarkan baut dari potongan lauk yang diduga bagian dari menu MBG untuk siswa sekolah dasar.

Rekaman itu langsung menyebar luas di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Makan bergizi gratis, tapi isinya malah berbaut gratis. Ini bukan lagi kelalaian, tapi membahayakan,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam unggahannya.

Baca Juga :  Bentuk Pelayanan Kesehatan, Bupati Sumenep Serahkan 29 Mobil Pusling Kepada Puskesmas

Tak hanya video, tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp juga ikut tersebar. Salah satu pesan berisi peringatan agar berhati-hati saat menyiapkan menu MBG karena adanya temuan benda logam dalam lauk.

“Tolong hati-hati kalo masak, ada bautnya,” tulis pesan itu.

Balasan dari nomor lain yang mengaku pihak pengelola program muncul tak lama kemudian.

“Iya mohon maaf atas kendala yang ada, sudah kami tindaklanjuti ke petugas terkait,” tulisnya.

Namun, muncul dugaan bahwa Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi menu tersebut berafiliasi dengan salah satu anggota DPRD Pamekasan dari Dapil 3 berinisial M.A. Dugaan ini menambah panas isu pelaksanaan program MBG di daerah.

Baca Juga :  Kepala Desa Talangsuko Bungkam Soal Jalan Berlubang, Irigasi dan Penggunaan Dana Desa

Aktivis sosial Fajar F, menilai kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan serta potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

“Kalau benar SPPG itu dimiliki oleh salah satu anggota DPRD, ini berbahaya. Program publik tidak boleh dikelola oleh pihak yang juga punya posisi politik karena berpotensi menimbulkan benturan kepentingan,” tegas Fajar saat dikonfirmasi Transatu.id, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, kasus “makan berbaut gratis” ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Poli Ortopedi RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep Kembali Melayani Pasien, Ini Jadwalnya

“Kita bicara soal keselamatan anak-anak. Baut di dalam lauk itu bukan sekadar kelalaian teknis, tapi bukti bahwa sistem pengawasan MBG di Pamekasan sangat lemah,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG yang disebut dalam percakapan tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kepemilikan maupun klarifikasi atas insiden tersebut.

Publik menilai, insiden ini menjadi tamparan keras bagi pelaksana program MBG di Pamekasan, karena alih-alih menyehatkan siswa, justru menimbulkan kekhawatiran baru soal standar kebersihan, kelayakan bahan makanan, dan transparansi pengelola.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MOMEN RAMADHAN RSUDMA SUMENEP BERI LAYANAN SEPENUH HATI
Direktur RSUD H. Moh Anwar Sumenep Pastikan Beri Layanan Terbaik Di Setiap Poli
RSUDMA Sumenep Galakkan Penyuluhan Kesehatan Kepada Anak Usia Dini
Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Pemuda Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan
RSUDMA Sumenep Tahun 2026 Siap Memasuki Rumah Sakit Berbasis Kompetensi 
Puskesmas Giligenting Kolaborasi Dengan KUA Beri Layanan Kesehatan Kepada Catin
Ayam Berulat Dibagikan ke Siswa TK, Dapur MBG SPPG Nurul Haromain Diprotes Wali Murid
Diduga Limbah Dapur MBG di Klompang Barat Pakong Cemari Lingkungan, Warga Takut DBD Merebak

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:43 WIB

MOMEN RAMADHAN RSUDMA SUMENEP BERI LAYANAN SEPENUH HATI

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:52 WIB

Direktur RSUD H. Moh Anwar Sumenep Pastikan Beri Layanan Terbaik Di Setiap Poli

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:12 WIB

RSUDMA Sumenep Galakkan Penyuluhan Kesehatan Kepada Anak Usia Dini

Senin, 9 Februari 2026 - 05:22 WIB

Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Pemuda Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:46 WIB

RSUDMA Sumenep Tahun 2026 Siap Memasuki Rumah Sakit Berbasis Kompetensi 

Berita Terbaru