"Ini bentuk komitmen dan kepedulian bapak bupati kepada para guru ngaji, karena jasa ajunan sungguh luar biasa dalam mencerdaskan masa depan anak-anak kita," tandasnya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur ini menyampaikan, terdapat 4.000 guru ngaji yang saat ini mendapat fasilitas tersebut dari Pemkab Pamekasan. Pihaknya akan terus berupaya agar semua guru ngaji yang mencapai sekitar 6.000 orang di 13 kecamatan mendapat fasilitas yang sama.
Fasilitas tersebut merupakan kepedulian Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam kepada guru ngaji selain insentif yang telah diterimanya. Hal itu sesuai dengan visi misi bupati selama kepemimpinannya, yakni mensejahterakan masyarakat dari bawah merata dan berkeadilan.
"Kita akan berusaha bagaimana sisa guru yang guru ngaji bisa tercover dalam program ini. Dengan anggaran yang terbatas, mungkin ada cara-cara lain, misalnya dana desa (DD), atau dari CSR (corporate social responsibility)," Tutupnya.