"Ada keunikan yang tidak ada ditempat lain, diantaranya disini anak-anak kecil ini semacam memakai baju baru dan meminta laonting(angpau), namun sampai saat ini asal muasal laonting ini belum ditemukan sumbernya", tegasnya.
"Keunikan di sini, para penjualnya hanya bersifat insidentil atau musiman, seperti kaldu, soto, masakan tradisional khas desa brenta pesisir dan lain sebagainya. Juga
kita mulai dengan pawai marching band dari SD, can-macanan, dan istigosah di kantor balai desa brenta pesisir dan besar harapan dengan adanya agenda tradisi ini dan ivent-ivent berikutnya akan menjadi daya tarik budaya untuk masyarakat luar serta bisa mengangkat perekonomian didesa brenta pesisir yang berbau hal-hal yang positif", imbuhnya.