Selain infrastruktur dan layanan publik, pemerintah daerah juga merealisasikan program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 13 titik wilayah rawan kekeringan pada 2025. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan kekeringan yang kerap terjadi setiap musim kemarau.
Ke depan, program SPAM direncanakan berlanjut pada 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar guna memperluas cakupan layanan.
“Ini bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara sistematis, bukan sekadar solusi jangka pendek,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia pun menegaskan bahwa kinerja pemerintah daerah perlu dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan yang sedang berjalan.
“Progresnya ada dan bisa diukur. Pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan serta kemampuan anggaran daerah,” pungkasnya.







