Puluhan Warga Tambang Baru Merangin Geruduk PT AIP

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Warga Tambang Baru melakukan Aksi Protes ke PT AIP

Foto Warga Tambang Baru melakukan Aksi Protes ke PT AIP

MERANGIN, Transatu.id — Gara -gara harga Tandan Buah Segar (TBS), dibedakan DO dari Luar, Warga Desa Tambang Baru Geruduk PT Agrindo Indah Persada (AIP) di Desa mereka di Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin.

Aksi itu mencuat, karena harga TBS warga dari tengkulak lokal tambang baru tidak berharga hinnga membuat warga setempat menjerit hingga berbulan – bulan tidak tau arah, sampai pelanggan mereka beralih ketempat lain.

Seperti ungkapan Petani warga Tambang Baru, harga jual sawit yang ambil dari hasil brondol dibeli harga murah dari tengkulak, karena petani mengerti akibat tekanan harga dari pihak pabrik AIP.

“Kami jual dibeli murah dek, karena tempat dijual kami rupanya sangat murah lagi PT AIP, ini buat kita menderita lagi, ” ungkap Puluhan Mak saat melakukan Aksi di Depan PT AIP juga diikuti Anak-Anak Mereka.

Sementara Tengkulak dari Tambang Baru  Marzuki saat dikonfirmasi awak media, mengatakan sangat terindas dari harga pihak AIP.

“Buah Samo – samo buah, mengapa dibedakan dengan buah dari luar seperti Pamenang dan tanah Garo, kami ini butuh makan juga, petani juga butuh makan dan sekolah anak, masalah ada buah sawit undangan dari luar sangat mahal, “ungka Tengkulak Sawit Marzuki.

Baca Juga :  PJ Kades Pulau Baru di Lantik, Baca Fakta Integritas Tidak Izinkan Tambang Ilegal dan KKN

Lanjut Marzuki, masalah harga dimainkan dari PT AIP sudah lama dialami dari tengkulak lokal.

“Kami ini orang tambang baru, mengapa di anak tirinya, orang luar diistimewakan, buah kita sama, harga sangat jauh beda dibeli dari PT AIP, “teriak Marzuki saat melakukan Aksi Spontanitas.

Senada juga disampaikan tengkulak Nawi asal Rantau Panjang, mengapa PT AIP tidak memperhatikan orang lokal terlebih dahulu.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Ajak Komunitas Ojek Online Jadi Pelopor Kamtibmas Di Kota Keris

“Kita sama – sama cari buah, harusnya PT perusahaan memperhatikan orang lokal dulu, ini malah membiarkan, bedakan harga TBS jauh dari orang luar,”ungkap Nawi.

Sementara dari pihak PT AIP, saat dikonfirmasi nampak menghindar dari konfirmasi terkait masalah aksi warga.

“Untuk masalah harga kita masih sampaikan ke menejemen dulu, karena kita lihat kedepannya, “ungkap Menejer PT AIP.

Dari pantauan awak media dilapangan terlihat puluhan mak-mak melakukan aksi protes kepada pihak perusahaan dan sempat menutup sebagian jalan masuk PT.

Reporter : Kholil King

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Bangkalan Realisasikan Klaim Aurora Plus, Ahli Waris Nasabah Terbantu Secara Finansial
Kabag Perekonomian Dan SDA Kabupaten Sumenep Masifkan Operasi Pasar Bersama TPID
Polda Jambi Berikan Pendampingan Psikologis kepada Keluarga Korban
Meski Diguyur Rintik Hujan, Polisi Tetap Sigap Atur Lalu Lintas
Kadis Dishub Merangin Truk Batu Bara Lewat Lintas Sumatra Tonase Harus Bawah 20 Ton
Jelang Memasuki Bulan Romadhon Masyarakat RT 5 Resmikan Masjid Sayyid Mustofa Kampung Baruh
Irwasda Polda Jambi Hadiri Kegiatan Kick Off World Cup 2026, Wujudkan Sinergitas lewat Olahraga
Puluhan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG, DPRD Panggil Penyelenggara

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:08 WIB

BRI Bangkalan Realisasikan Klaim Aurora Plus, Ahli Waris Nasabah Terbantu Secara Finansial

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:32 WIB

Kabag Perekonomian Dan SDA Kabupaten Sumenep Masifkan Operasi Pasar Bersama TPID

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:07 WIB

Polda Jambi Berikan Pendampingan Psikologis kepada Keluarga Korban

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:10 WIB

Meski Diguyur Rintik Hujan, Polisi Tetap Sigap Atur Lalu Lintas

Senin, 2 Februari 2026 - 07:42 WIB

Kadis Dishub Merangin Truk Batu Bara Lewat Lintas Sumatra Tonase Harus Bawah 20 Ton

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page