MERANGIN, Transatu.id — Gara -gara harga Tandan Buah Segar (TBS), dibedakan DO dari Luar, Warga Desa Tambang Baru Geruduk PT Agrindo Indah Persada (AIP) di Desa mereka di Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin.
Aksi itu mencuat, karena harga TBS warga dari tengkulak lokal tambang baru tidak berharga hinnga membuat warga setempat menjerit hingga berbulan – bulan tidak tau arah, sampai pelanggan mereka beralih ketempat lain.
Seperti ungkapan Petani warga Tambang Baru, harga jual sawit yang ambil dari hasil brondol dibeli harga murah dari tengkulak, karena petani mengerti akibat tekanan harga dari pihak pabrik AIP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami jual dibeli murah dek, karena tempat dijual kami rupanya sangat murah lagi PT AIP, ini buat kita menderita lagi, ” ungkap Puluhan Mak saat melakukan Aksi di Depan PT AIP juga diikuti Anak-Anak Mereka.
Sementara Tengkulak dari Tambang Baru Marzuki saat dikonfirmasi awak media, mengatakan sangat terindas dari harga pihak AIP.
“Buah Samo – samo buah, mengapa dibedakan dengan buah dari luar seperti Pamenang dan tanah Garo, kami ini butuh makan juga, petani juga butuh makan dan sekolah anak, masalah ada buah sawit undangan dari luar sangat mahal, “ungka Tengkulak Sawit Marzuki.
Lanjut Marzuki, masalah harga dimainkan dari PT AIP sudah lama dialami dari tengkulak lokal.
“Kami ini orang tambang baru, mengapa di anak tirinya, orang luar diistimewakan, buah kita sama, harga sangat jauh beda dibeli dari PT AIP, “teriak Marzuki saat melakukan Aksi Spontanitas.
Senada juga disampaikan tengkulak Nawi asal Rantau Panjang, mengapa PT AIP tidak memperhatikan orang lokal terlebih dahulu.
“Kita sama – sama cari buah, harusnya PT perusahaan memperhatikan orang lokal dulu, ini malah membiarkan, bedakan harga TBS jauh dari orang luar,”ungkap Nawi.
Sementara dari pihak PT AIP, saat dikonfirmasi nampak menghindar dari konfirmasi terkait masalah aksi warga.
“Untuk masalah harga kita masih sampaikan ke menejemen dulu, karena kita lihat kedepannya, “ungkap Menejer PT AIP.
Dari pantauan awak media dilapangan terlihat puluhan mak-mak melakukan aksi protes kepada pihak perusahaan dan sempat menutup sebagian jalan masuk PT.
Reporter : Kholil King







