IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Proyek Turap Rp20,4 M di Pagar Puding Mangkrak Hingga Akhir 2025, DPRD Tebo Tegaskan Jangan Main-main

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek turap gagal

Proyek turap gagal

TEBO – Proyek pembangunan Turap Pagar Puding di Kabupaten Tebo dengan nilai fantastis mencapai Rp20,4 miliar kembali menuai sorotan keras. Hingga akhir tahun 2025, proyek yang dibiayai uang rakyat tersebut belum juga rampung, memunculkan pertanyaan serius soal komitmen pelaksana serta pengawasan dari pihak terkait.

Anggota DPRD Tebo Fraksi NasDem, Mursalin, menegaskan bahwa keterlambatan ini tidak bisa dianggap persoalan sepele. Ia menyebut, secara teknis penilaian terhadap pekerjaan yang belum selesai—termasuk pekerjaan finishing—menjadi kewenangan BPBD selaku instansi teknis.

“Untuk urusan teknis, kembali ke BPBD. Mereka yang menilai progres pekerjaan, termasuk bagian yang sampai hari ini belum selesai,” tegas Mursalin, Rabu (31/12/2025).

Mursalin juga menyoroti potensi wanprestasi akibat molornya penyelesaian proyek dari waktu yang telah disepakati dalam kontrak kerja. Menurutnya, soal ada atau tidaknya sanksi denda keterlambatan (penalty) bukan urusan politis, melainkan kewajiban yang sudah diatur dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Apakah ini masuk wanprestasi dan apakah dikenakan penalti, tentu pejabat yang berwenang yang harus menjelaskan dan mengambil keputusan. Aturannya sudah jelas,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD sejak awal telah berulang kali mengingatkan agar proyek strategis ini tidak dikerjakan secara asal-asalan. Namun fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan justru belum tuntas hingga tahun anggaran berakhir, sehingga memicu kekecewaan publik.

“Yang paling penting, pekerjaan ini wajib diselesaikan sesuai kontrak kerja, baik dari sisi waktu, spesifikasi teknis, maupun kualitas bangunan. Tidak boleh ada toleransi terhadap pekerjaan yang menyimpang,” tegasnya lagi.

Proyek Turap Pagar Puding sendiri memiliki nilai vital bagi perlindungan kawasan dan keselamatan masyarakat. Keterlambatan penyelesaian bukan hanya soal administrasi, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian negara dan risiko bagi warga jika kualitas pekerjaan diabaikan.

Dengan kondisi proyek yang belum rampung hingga akhir 2025, DPRD Tebo mendesak agar BPBD dan pihak terkait bersikap transparan, membuka progres riil pekerjaan di lapangan, serta memastikan seluruh kewajiban kontraktor ditunaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (ARD)

Baca Juga :  Anggota DPRD Sumenep Tegaskan Pentingnya Penyegaran Ditubuh Dinas
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam
Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel
Baru Selesai Dibangun Lampu Taman Rp3 Miliar di Sebelah Polres Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:08 WIB

Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:58 WIB

Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:56 WIB

Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam

Berita Terbaru