TRANSATU.ID,PAMEKASAN - Tampak di sepanjang depan puskesmas Palengaan, Pamekasan orang duduk berjualan berbagai sayuran dan buah-buahan hingga menutup akses masuk pengunjung, Minggu, 23 Februari 2025, sore. Warga setempat, Munir, mengeluh saat berkunjung mengantarkan keluarganya periksa ke puskesmas Palengaan, sebab kalau menunggu pasien depan puskesmas langsung diminta minggir oleh pedagang dengan mengatasnamakan satpam setempat. "Mula-mula setelah menurunkan keluarga di depan puskesmas, saya diam sejenak menunggu keluarga selesai berobat tepat di depan orang jualan tersebut, tiba-tiba pedagang datang nyuruh pindah, dalihnya disuruh satpam puskesmas," terangnya. Oleh karena itu, pihaknya langsung memindahkan kendaraannya jauh dari puskesmas, Karena selain disuruh pindah oleh satpam, puskesmas tersebut tidak mempunyai lahan parkir bagi pengunjung. "Kondisi seperti ini rutin terjadi pada hari kamis sore dan Minggu sore hingga malam," ungkapnya. Atas kondisi ini, Ketua Forum Pemuda Palengaan, Anwar menuding pihak puskesmas Palengaan sengaja membiarkan para pedagang buka lapak di sepanjang pintu masuk, sebab itu terjadi secara rutin di hari kamis dan minggu. "Mustahil jika pihak puskesmas sudah melarang, pedagang masih berani berjualan di sana, apa mungkin puskesmas memang buka lapak dan mendapatkan setoran dari para pedagang itu?, kami akan dalami," ujarnya. Kondisi ini tentu sangat mengganggu bagi warga yang berkunjung ke puskesmas tersebut, apalagi kondisi darurat, tentu mobil tidak bisa masuk ke depan pintu UGD. "Sehingga komitmen pelayanan puskesmas Palengaan perlu dipertanyakan, dan pengawasan Dinkes Pamekasan terhadap puskesmas terkesan tidak jalan," terangnya. Sementara itu, Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak merespon.