Dalam acara peresmian tersebut, hadir sejumlah tokoh penting seperti Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal Erwin Charara Rusmana, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Dandim 0829 Letkol Inf. Nanang Fathur Rozi,serta Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Novvan.
Jenderal Erwin Charara Rusmana dalam wawancaranya menyampaikan bahwa dapur bergizi di Bangkalan telah memenuhi standar sebagai model percontohan nasional. Ia menyebutkan, tim pusat telah melakukan pengecekan secara menyeluruh. “Kami mengecek dari A sampai Z. Kekurangannya hanya satu, yaitu karet gas. Tapi secara keseluruhan, fasilitas ini sangat representatif dan bisa dijadikan contoh bagi daerah lain seperti Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep,” ujarnya. Jenderal Erwin juga menekankan pentingnya pengawasan dan pelatihan SDM agar pelayanan dapur ini benar-benar optimal. “Ini menyangkut nyawa, menyangkut kesejahteraan anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui. Maka setiap petugas harus bekerja sesuai tupoksi, dan inspeksi dari pusat akan dilakukan secara rutin, bahkan bisa sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa menu yang disediakan disesuaikan dengan selera masyarakat lokal, namun tetap harus memenuhi standar gizi yang ditentukan oleh tenaga medis. “Jangan sampai gizinya terpenuhi tapi rasanya tidak sesuai selera. Misalnya di Bangkalan, menu seperti nasi krawu bisa jadi alternatif yang disukai, namun tetap kita ukur kandungan kalorinya,” tambahnya. Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut baik peresmian fasilitas ini dan menekankan bahwa Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya program bantuan, melainkan sebuah gerakan kolektif membangun masa depan daerah. “Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi pilar utama menciptakan generasi Bangkalan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing. Kita butuh kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan agar program ini terus berlanjut,” jelasnya. Politisi dari PDI Perjuangan itu juga menegaskan komitmen Pemkab Bangkalan dalam memperluas jangkauan dapur MBG ke seluruh kecamatan di Bangkalan demi menjamin akses gizi yang adil bagi seluruh masyarakat. Dengan diresmikannya SPPG ini, Bangkalan menjadi salah satu daerah pertama di Madura yang memiliki dapur bergizi gratis berstandar nasional, sekaligus membuka jalan bagi replikasi program di wilayah lainnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Fatima Zaratun Nisa, menyampaikan bahwa secara teknis dapur ini sudah sangat siap untuk beroperasi. “Kami tinggal menunggu penetapan resmi dari pusat setelah proses inspeksi. Jika semua lancar, dalam waktu dekat dapur ini siap beroperasi,” ujarnya. Ibu Ana juga menjelaskan bahwa satu dapur bisa melayani hingga 4.000 porsi makanan per hari dengan distribusi terarah ke berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui.Dapur Makan Bergizi Gratis Diresmikan di Bangkalan, Jadi Percontohan Nasional Program BGN
Foto: Dokumentasi Transtu.id
TRANSATU, Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Hakim Perdanakusuma, Bungsang, pada Rabu (30/7/2025). Fasilitas ini merupakan bagian dari Program Nasional Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) yang digagas untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat secara merata.
Agus Kurniawan Nahkodai IPSI, Targetkan Atlet Silat Bangkalan Berprestasi Nasional
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Dukung KEJAGUNG Banding, DPP KAMPUD: Vonis Perkara Suap Zarof Ricar Belum Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat*