Menurutnya, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius agar konektivitas antarwilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Dari total pinjaman Rp46 miliar untuk pembangunan jalan, kami menilai minimal Rp6 miliar harus dialokasikan ke Kecamatan VII Koto Ilir. Ini penting sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan memastikan manfaat pinjaman daerah benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Pahlepi, kepada media Ini usai hearing bersama Dinas PUPR- PR Tebo tentang LKPJ Bupati Tebo Tahun anggaran 2025.
Ia berharap Dinas PUPR-PR dapat mempertimbangkan rekomendasi tersebut dalam penyusunan prioritas kegiatan Tahun Anggaran 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







