“Bapak dan ibu guru perlu melakukan pendampingan terus-menerus. Di samping untuk meminimalisasi kekeliruan dalam tata bahasa penulisan. Siswa ini perlu dibentuk menjadi penulis yang beretika,” kata Akhmad Syafi'i.

Penulis, yang aktif di organisasi Jurnalis Center Pamekasan (JCP) menyampaikan bahwa pengembangan kemampuan literasi siswa menjadi pondasi untuk optimalisasi kemampuan menerima, mengolah, dan menyikapi informasi dalam kesehariannya.

"Juga kegiatan ini bisa mendapat pengetahuan terkait bagaimana menjadi jurnalis, termasuk kemampuan menulis dan apalagi dunia jurnalistik ini sangat penting, kita bisa mengetahui berbagai informasi di belahan dunia yang lain karena adanya jurnalis," Katanya.