Ia juga menambahkan bahwa kontribusi para kiai dan tokoh agama selama ini menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Kehadiran para kiai dan tokoh agama sangat berarti dalam menjaga persatuan serta menciptakan Madura yang aman dan religius,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto dalam sambutannya menekankan pentingnya mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat sinergi antara ulama dan aparat keamanan.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Ulama adalah penerang umat, sedangkan umara menjaga ketertiban. Sinergi keduanya menjadi kunci terciptanya keamanan dan kesejahteraan,” ungkapnya.
Selain menjalin silaturahmi, Kapolda Jatim juga mendorong pondok pesantren untuk terus berinovasi dan berperan aktif sebagai penggerak ekonomi kreatif di Madura. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi berdaya saing yang tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi.