“Di dalam sejarah ada banyak pelajaran yang menjadi panduan bagi masa depan kita. Hari Jadi mengingatkan agar kita tidak melupakan akar budaya,” imbuhnya.
Bupati Kholilurrahman juga menyampaikan bahwa bahasa Madura memegang peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat. Pamekasan bahkan menjadi satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat apresiasi pemerintah pusat atas komitmennya melestarikan bahasa daerah.
“Bahasa Madura adalah identitas kita. Jika ditinggalkan, maka identitas itu akan perlahan hilang,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tetap merawat karakter budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kearifan lokal merupakan kekuatan yang harus dijaga.
“Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban. Kami berharap semuanya ikut merawat dan mempertahankannya,” pungkasnya.