“Dalam 10 tahun penetapan Hari Santri, kita melihat bagaimana pesantren menjadi pusat pembentukan karakter, pusat ilmu pengetahuan, sekaligus sumber SDM unggul bagi bangsa,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa santri kini memiliki peluang lebih luas dalam pembangunan, mulai dari dunia usaha, sektor pendidikan, hingga peran-peran strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui peringatan HSN, Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Pamekasan terus melibatkan pesantren dalam banyak program pelayanan publik. Berbagai inisiatif seperti makan bergizi gratis, layanan kesehatan massal, hingga peningkatan kualitas pendidikan, disebut sebagai bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi dengan lembaga pesantren.

Menurut Bupati, ke depan pesantren tidak hanya dipandang sebagai institusi pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai mitra daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka adalah aktor utama dalam perubahan dan kemajuan Pamekasan,” tegasnya.