Atas kondisi ini, Ketua Forum Pemuda Palengaan, Anwar menuding pihak puskesmas Palengaan sengaja membiarkan para pedagang buka lapak di sepanjang pintu masuk, sebab itu terjadi secara rutin di hari kamis dan minggu.

"Mustahil jika pihak puskesmas sudah melarang, pedagang masih berani berjualan di sana, apa mungkin puskesmas memang buka lapak dan mendapatkan setoran dari para pedagang itu?, kami akan dalami," ujarnya.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu bagi warga yang berkunjung ke puskesmas tersebut, apalagi kondisi darurat, tentu mobil tidak bisa masuk ke depan pintu UGD.

"Sehingga komitmen pelayanan puskesmas Palengaan perlu dipertanyakan, dan pengawasan Dinkes Pamekasan terhadap puskesmas terkesan tidak jalan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak merespon.