Sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM dapat merasakan manfaat dari kedatangan wisatawan dan penggemar balap dari dalam dan luar negeri. Pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang ini berhasil menarik sekitar 100.000 pengunjung.

Selain itu, ajang ini juga dapat menjadi platform untuk mempromosikan kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan kepada masyarakat.

"Formula E juga menjadi sarana untuk mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia. Pergeseran menuju kendaraan listrik sangat penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dan memerangi perubahan iklim. Jakarta sebagai kota yang menghadapi masalah polusi udara yang signifikan, dapat mengambil langkah strategis dengan mendukung inovasi kendaraan listrik," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI Indonesia ini menambahkan, pada musim 2024/2025, para pebalap Formula E akan menggunakan mesin Gen 3 Evo terbaru yang mampu melaju dari 0 hingga 60 mph hanya dalam 1,82 detik. Ini menandakan peningkatan signifikan dalam performa dan efisiensi balapan.

Teknologi baru ini tidak hanya menambah keseruan balapan, tetapi juga menggambarkan potensi lain dari teknologi otomotif yang berkelanjutan.