Lanjut Kapolres, hal ini disebabkan oleh kurangnya kehadiran anggota Polantas di tengah masyarakat sebagai akibat dari adanya perubahan sistem penindakan dari manual ke sistem elektronik sehingga sebagian besar masyarakat tidak takut lagi untuk melakukan pelanggaran, dikarenakan berkurangnya intensitas polantas di tengah-tengah masyarakat.
Untuk meminimalisir berbagai permasalahan di atas serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas bagi masyarakat jawa timur, guna cipta kondisi kamseltibcarlantas menjelang pelaksanaan Ops Mantap Brata Semeru 2023-2024, yaitu Pengamanan Agenda Nasional Pemilu 2024, maka Polda Jawa Timur beserta jajaran dengan dibantu oleh stakeholder terkait melaksanakan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Zebra Semeru 2023 dengan
mengangkat tema, “Kamseltibcarlantas Yang Kondusif Menuju Pemilu Damai 2024” sehingga diharapkan dengan diselengggarakannya operasi zebra semeru ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesadaran berlalu lintas untuk menyambut rangkaian tahapan inti pemilu tahun 2024 sehingga dalam pelaksanaan pemilu tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.