Politikus PKB tersebut menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu program prioritas Pemkab Pamekasan selama kepemimpinannya. Karena, pendidikan akan menentukan baik tidaknya generasi masa depan Indonesia, Jawa Timur, dan Pamekasan secara khusus.
Selanjutnya, pihaknya menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang tidak boleh main-main dalam mengarungi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Tiga hal ini berdampak luar biasa atas sumber daya manusia (SDM) apabila keliru menjalaninya.
Pertama, tidak boleh main-main dalam urusan hubungan dengan sang kholiq, kedua pendidikan, dan yang ketiga dilarang main-main dalam mengurus keluarga, anak, istri, dan hubungan antar sesama.
"Jangan main-main di urusan pendidikan, karena kalau main-main, generasinya akan menjadi generasi main-main. Kita ini, bapak-ibu semua tidak lahir dari generasi main-main, lahir dari orang tua yang tidak main-main, diantarkan ke sekolah yang tidak main-main, dikuliahkan tidak main-main, melamar pekerjaan tidak main-main, jadi guru juga tidak main-main, lo kok ketika jadi kepala sekolah main-main," tegasnya.
Bupati murah senyum ini juga mengingatkan, generasi masa depan bangsa Indonesia dan Pamekasan khususnya menjadi tanggungjawab besar para pelaku pendidikan. Sehingga, keseriusan memberi kontribusi kepada kehidupan harus menjadi perhatian, apalagi revolusi industri menjadi tantangan besar para penerus bangsa yang cenderung menjadikan kehidupan sebagai dunia main-main.