"Jadi kami memang sudah mengirimkan surat pemberitahuan aksi ini kepada Polres Lamongan dan PT BMI, bahkan kita juga sudah menembuskan surat pemberitahuan ini kepada Mapolda Jatim, karena mengingat jumlah masa yang akan turut serta cukup banyak yakni kurang lebih 5.000 orang dari berbagai gabungan organisasi, tentunya kita perlu berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan jalannya aksi kami," urai Baihaki Akbar (1/6) saat dihubungi melalui telepon selulernya.

 

Bahkan rencana selanjutnya, GPJT-BB akan mengadakan aksi lanjutan yakni ke pihak PT Bumi Menara Internusa (BMI) Surabaya dan Kantor Imigrasi, karena menurutnya tidak adanya keprofesionalan atas kinerja petugas Imigrasi yakni memberikan akses bagi Joseph George yang berani memimpin sebuah perusahaan, namun pada faktanya orang tersebut tidak memiliki KITAS.