“Kami tidak ingin Ansor hanya menjadi nama besar. Kami siap melanjutkan perjuangan para kiai, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, dan memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dan semangat pengabdian di tubuh Ansor.
“Jabatan ini bukan kehormatan, tapi amanah. Kami butuh dukungan para kiai dan masyarakat agar Ansor Ambunten benar-benar menjadi pelayan umat dan penjaga marwah santri,” imbuhnya.
Tema “Navigator Ansor Masa Depan” menjadi penegasan arah gerak organisasi untuk menyiapkan kader muda yang tangguh, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Kader Ansor harus menjadi penunjuk arah agar masyarakat tidak tersesat di tengah derasnya arus perubahan global,” ujar Alimuddin.
Sementara itu, Abu Hanif, salah satu pengurus baru, mengungkapkan bahwa Ansor Ambunten akan fokus pada tiga sektor utama: pemberdayaan ekonomi pemuda, pendidikan kader, dan penguatan dakwah digital.
Acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Barisan Banser terlihat sigap mengamankan jalannya kegiatan, sementara masyarakat sekitar turut berpartisipasi dalam penyediaan konsumsi dan fasilitas.
“Kami bangga bisa ikut serta. Semoga kepengurusan baru bisa membawa perubahan nyata di Ambunten,” kata salah satu warga.
Acara ditutup dengan doa bersama dan lantunan shalawat yang menggema di seluruh ruangan. Suasana haru menyelimuti para peserta yang larut dalam rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 dan pelantikan PAC GP Ansor Ambunten bukan sekadar seremoni. Momentum ini menegaskan kembali bahwa santri hari ini siap menjadi penjaga moral bangsa di tengah tantangan global.