Meski dinonaktifkan, Sahroni berusaha meredam kritik dengan menyatakan dukungan penuh atas evaluasi total terhadap tunjangan DPR. Ia bahkan berjanji seluruh gaji dan tunjangannya akan disalurkan kembali ke masyarakat.
“Saya setuju evaluasi menyeluruh. Dari dulu gaji dan tunjangan saya selalu kembali ke masyarakat. Itu kewajiban,” ujarnya.
Sementara itu, penonaktifan Nafa Urbach menambah kejutan politik mengingat dirinya baru saja aktif di kancah politik nasional. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa partai tak segan menindak siapapun yang dianggap melenceng dari visi NasDem.
Pengamat politik menilai, keputusan mendadak ini adalah strategi Paloh untuk meredam citra negatif partai di mata publik. “NasDem sedang berupaya mengambil alih kendali narasi, agar tidak dianggap lembek terhadap kader yang bermasalah,” ujar salah satu analis politik di Jakarta.
Dengan dinamika ini, publik kini menantikan apakah langkah tegas NasDem akan diikuti partai lain, atau justru menimbulkan perpecahan baru di internal partai.