Abdoeh juga menyampaikan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Kaesang, PSI akan semakin diperhitungkan di kancah politik nasional dan berhasil menembus parlemen pada pemilu mendatang.

Kongres PSI tahun ini tak hanya menetapkan Kaesang sebagai Ketua Umum, tetapi juga mengumumkan perubahan logo partai dari bunga mawar merah menjadi simbol bergambar gajah. Perubahan ini menjadi bagian dari rebranding PSI untuk tampil lebih kuat, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman

Abdoeh menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari pembaruan internal partai. Namun, ia menekankan pentingnya memaknai perubahan itu secara lebih menyeluruh.

“Namun perubahan logo jangan dimaknai secara parsial, hanya sebatas pada bentuk dan warnanya. Tapi harus lebih dari itu, karena disana mengandung makna adanya perubahan paradigma dan spirit baru PSI ke depannya,” tegasnya.

Diketahui, Kaesang yang mendapat nomor urut 2, meraih dukungan mayoritas dalam pemungutan suara dengan perolehan 102.868 suara atau 65,28 persen. Ia unggul jauh dari dua pesaingnya: Ronald A Sinaga (Bro Ron) yang meraih 22,23 persen dan Agus Mulyono yang memperoleh 12,49 persen suara. (*)