"Korban bencana dengan tingkat kerugian yang hampir sama, belum tentu mendapatkan jumlah uang yang sama, sehingga ini menjadi peluang bagi Dinsos bermain dengan angka bantuan," paparnya.
Padahal program BTT untuk para korban yang terkena musibah bencana, malah dikelola asal-asalan oleh Dinsos Pamekasan.
"Dinsos ini selalu bersentuhan dengan urusan kemanusiaan, kalau tidak tau menjalankan program ini, lebih baik pindah saja ke dinas lain," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman, membenarkan bahwa program BTT tahun 2023, dana bantuan untuk 40 korban tidak tersalurkan, pihaknya berdalih para penerima tidak mencairkan ke bank Jatim.
"Bantuan sudah masuk ke rekening Virtual Account (VA) penerima, tapi tidak dicairkan hingga akhir tahun, akibatnya dana tersebut dikembalikan ke kas daerah," ujarnya.