Kasus ini mempertegas tuntutan agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Pamekasan tidak sekadar menyalurkan program, tetapi juga memastikan penyedia MBG benar-benar profesional dan memenuhi standar.

Tanpa langkah tegas, kekhawatiran publik bahwa MBG hanya jadi bisnis berkedok program sosial akan semakin menguat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden keracunan yang melibatkan siswa di dua sekolah tersebut.