MERANGIN, Transatu.id — Kecelakaan pada hari Kamis, 15 Januari 2026 yang mengakibatkan anggota DPRD Merangin Muhammad Yani, meninggal dunia sungguh menyisakan duka mendalam bagi Keluarga besar Muhammad Yani.
Akibat dari kecelakaan lalu-lintas yang berlokasi di Sarolangun itu, membuat keluarga kehilangan Putra terbaik, bahkan se Merangin merasa kehilangan.
Betapa tidak duka yang mendalam bertambah luka, karena sampai saat ini supir tronton yang diduga menabrak M Yani seakan lari dari tanggungjawab atas kejadian kecelakaan itu.
Hal ini disampaikan adik kandung M Yani kepada media ini, bahwa pihak keluarganya cukup sabar atas musibah yang terjadi, namun lama kelamaan tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sedikit pun tidak ada itikad baik dari keluarga atau supir yang menabrak M Yani.
” Memang kami masih berkabung belum sempat mengurus itu, namun sebagai rasa empati seharusnya mereka datang ke keluarga kami, tapi sampai detik ini tidak tau kabar berita, nelpon tidak, satupun tidak ada yang menghubungi, baik itu dari pihak kepolisian sendiri,” ungkap Toni, Rabu (21/01).
Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut Ujar Toni, Dia (Supir tronton) keenakan kulu kilir, sementara pihak korban telah kehilangan anggota keluarga.
“Seharusnya mereka tanggungjawab atas kecelakaan kemarin tak bisa apatis begitu saja, jika posisi adik kami (M Yani) ada di mereka bagaimana rasanya, mungkin mereka bisa gila atas kematian tersebut, karena adik kami pergi dari rumah dalam kondisi segar bugar sehat walafiat, tau-tau pulangnya Jenazah yang datang apa gak miris,” ujarnya lagi.
Keluarga korban meminta kepada pihak berwenang untuk memberikan ruang mediasi melalui Satlantas Polres Sarolangun kepada pelaku (Supir Tronton) untuk menyelesaikan persoalan tanggungjawab terhadap korban yang sudah meninggal dunia.
” Kami minta pihak Polres Sarolangun dapat mempertemukan kami dengan pihak keluarga supir lawan Adik kami tersebut, agar masalah ini dapat diselesaikan secepatnya,” pungkasnya***







