Namun demikian, sumber tersebut mengaku pernah ada pekerja yang menolak memberikan setoran. Akibatnya, saat terjadi razia, alat dompeng milik pekerja tersebut disebut dibakar dan tidak mendapat perlindungan.

 

"Pernah ada yang tidak mau setor, waktu razia mesinnya dibakar dan tidak dibela," ungkapnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut. Aparat penegak hukum dan institusi yang disebut dalam pengakuan pekerja diharapkan memberikan klarifikasi agar informasi ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

 

Kasus dugaan pungutan keamanan terhadap aktivitas tambang ilegal ini menjadi perhatian publik, mengingat praktik tersebut berpotensi merugikan negara dan melemahkan penegakan hukum di lapangan.(King)