"Mulai dari galian untuk pondasi tidak ada, pasangan batu lantai tidak ada, plesteran hingga campuran pasir dan semen diduga kurang sesuai, akibatnya saluran tampak retak-retak dan miring, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama," ungkapnya.
Atas pekerjaan yang terindikasi mengakibatkan kerugian negara tersebut, pihaknya akan menginventarisir data dan fakta atas pekerjaan yang terkesan asal-asalan itu.
"Fatal pekerjaan saluran ini, semua bukti dan temuan akan diserahkan kepada yang berwenang untuk diuji secara hukum," pungkasnya.