"Malah dijawab sudah mengklarifikasi ke media online. Padahal kami hanya ingin bertemu langsung dengan Direkturnya. Tentu kami sangat kecewa atas sikap pihak RSUD ini,"ungkapnya.
Padahal Kasus pencurian, lanjut aktivis PMII Jawa Timur, sudah sering terjadi selama beberapa bulan terakhir, malah rumah sakit terkesan cuci tangan tanpa melakukan evaluasi atas kejadian yang menimpa keluarga pasien.
"kami menilai ada indikasi cuci tangan pihak RSUD Pamekasan dari persoalan kehilangan tersebut, seolah ini dianggap kejadian yang lazim," tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Raden Budi Santoso, enggan berkomentar atas iktikad keluarga pasien untuk silaturrahim berkaitan dengan kasus pencurian di wilayah tanggungjawabnya.
"Kami tidak berhak memberi tanggapan untuk kasus kehilangan Pak, Ini bukan ranah tupoksi rumah sakit,"tandasnya.