IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Hexa Reef di Tlangoh Bangkalan, Benteng Abrasi di Lautan, Evolusi Sosial di Daratan

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hexa reef pertama ditanam di kawasan pesisir Pantai Pasir Putih Tlangoh pada 2023. Saat ini, PHE WMO sudah menanam 390 ton hexa reef di perairan Pantai Tlangoh. Hasil studi pada 2025 menunjukkan di pesisir Pantai Pasir Putih Tlangoh kini mulai terbentuk sedimentasi atau akresi dan memperlebar jakar bibir pantai. Sepanjang rentang waktu analisis data (2016-2025), segmen 280-300 memiliki tren akresi sebesar lima meter.

Tak hanya berfungsi menahan abrasi, pada akhirnya hexa reef menjadi habitat alami ekosistem laut seperti perikanan. Seluruh permukaan terumbu buatan hexa reef telah ditumbuhi berbagai spesies biota sesil. Ini menunjukkan fungsinya untuk mendukung terbentuknya habitat baru.

Baca Juga :  Kaper Ombudsman Jambi: Selama Rakyat belum Sejahtera, Selama Itu apula Kita Dianggap Belum Bekerja

Teridentifikasi 20 spesies ikan karang yang terdiri atas 13 spesies ikan major dan tujuh spesies ikan target dengan kelimpahan masing-masing sebesar 72,897 persen dan 27,103 persen. Hal ini memudahkan nelayan setempat untuk mencari ikan tanpa perlu melaut terlalu jauh.

Sejak pertama ditanam tahun 2023, seluruh hexa reef hingga saat ini masih dalam kondisi baik tanpa retak maupun pecah. Hexa reef menjadi media tumbuhnya terumbu karang yang mempesona bagi wisatawan. Betapa tidak karang yang dominan di sana adalah karang lembaran (coral foliose) dengan persen tutupan 10,44 persen serta karang massif (coral massive) dengan persen tutupan sebesar 7,87 persen.

Keberhasilan Program PHE WMO ini tak lepas juga dari dukungan kepemimpinan dan ikhtiar Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat. Dia menguatkan program tersebut dengan membangun kesadaran di kalangan masyarakat Tlangoh yang semula tidak peduli terhadap lingkungan

Baca Juga :  HIPMI Pamekasan Rayakan HUT Ke 52 dengan Santunan Anak Yatim

Kudrot membangun Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh yang mengelola program pengembangan wisata pesisir terintegrasi. “Berkat adanya hexa reef, rantai nilai program tercipta dengan adanya kerjasama yang dikembangkan, antara pokdarwis yang mengelola kawasan wisata dengan kelompok nelayan dan pelaku usaha mikro kecil menengah,” katanya.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam
Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel
Baru Selesai Dibangun Lampu Taman Rp3 Miliar di Sebelah Polres Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:08 WIB

Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:58 WIB

Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:56 WIB

Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam

Berita Terbaru