IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Guru Honorer Kontrak Akan Demo Pemkab Merangin Tuntut Gaji 7 Bulan Belum Dibayar

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi honorer gelar aksi demo

Foto ilustrasi honorer gelar aksi demo

MERANGIN,- Tujuh bulan tanpa menerima gaji, para guru honorer kontrak di Kabupaten Merangin akhirnya akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.

Koordinator lapangan aksi, Sakron, melalui pemberitahuan resmi yang didampingi oleh Ketua Honorer Merangin, Nata Wijaya, menyampaikan bahwa aksi akan dilaksanakan pada Kamis, 16 Oktober 2025. Pemberitahuan resmi tentang rencana aksi tersebut telah diserahkan langsung ke Polres Merangin pada Senin sore, 13 Oktober 2025 sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Nata Wijaya, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan keprihatinan para guru honorer kontrak yang selama tujuh bulan terakhir belum menerima gaji.

“Aksi ini kami lakukan bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk mencari kejelasan. Kami hanya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi. Apakah masih ada gaji kami? Kalau ada, kenapa belum dibayar? Jika ada kendala, apa kendalanya? Dan kalau memang kami sudah tidak bergaji lagi, tolong beri penjelasan,” ungkap Nata.

Ia menambahkan, janji pembayaran gaji telah sering disampaikan oleh pihak terkait, namun hingga kini belum terealisasi.

“Selama ini kami hanya diberi kata-kata bahwa gaji akan dibayarkan, tapi nyatanya sampai hari ini belum ada sepeser pun yang kami terima. Tujuh bulan bukan waktu yang sebentar, itu lebih dari setengah tahun,” ujarnya dengan nada kecewa.

Banyak guru honorer yang kini terpaksa mencari penghasilan tambahan di luar jam mengajar, seperti berkebun, mengojek, atau berjualan. Namun, kondisi itu tidak mudah karena waktu mereka terbatas.

“Ada yang harus ngojek setelah pulang sekolah, ada yang berkebun, bahkan jualan kecil-kecilan. Tapi waktu dari jam dua siang sampai setengah lima sore itu sangat sempit untuk mencari tambahan,” kata salah satu guru honorer kontrak yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini membuat sebagian guru bahkan kesulitan untuk membeli bensin menuju sekolah.

“Kami sampai malu mau ngutang minyak motor ke warung. Sudah terlalu sering, dan sekarang pun toko-toko di desa sudah enggan memberi bon lagi,” ujar seorang guru honorer dengan nada sedih.

Melalui aksi yang akan digelar pada Kamis mendatang, Nata Wijaya berharap Dinas Pendidikan, BKPSDM, dan BPKAD Merangin dapat membuka secara terang benderang penyebab keterlambatan pembayaran gaji para guru honorer kontrak.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kami berharap instansi terkait duduk bersama dan menjelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai ini terus berlarut-larut,” tegasnya.

Nata juga mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap tertib dan damai.

“Saya sudah sampaikan kepada teman-teman, silakan aksi dengan baik, tertib, dan sampaikan apa yang ada di hati. Ini bentuk kasih sayang saya kepada anggota. Saya sendiri akan memimpin aksi ini bersama rekan-rekan seperjuangan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Nata berharap aksi kali ini menjadi yang terakhir kalinya mereka harus turun ke jalan untuk memperjuangkan hak mereka.

“Cukup sampai di sini keterlambatan pembayaran gaji ini. Jangan sampai dialami lagi oleh rekan-rekan kami di masa depan. Semoga ini aksi terakhir kami meminta keadilan yang sebenarnya,” tutupnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Gelar Doa Bersama Untuk Sang Proklamator
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS
Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci
Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Bupati M. Syukur Santuni 77 Anak Yatim di Sela Pesantren Kilat
Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:14 WIB

Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:08 WIB

Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:04 WIB

Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:15 WIB

Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless

Berita Terbaru