IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Dugaan Keracunan di SDN Pasanggar 1 dan Murtajih 1, Dear Jatim: Segera Audit SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ach. Faisol, Ketua Dear Jatim, menyoroti kasus keracunan siswa usai makan menu MBG

Ach. Faisol, Ketua Dear Jatim, menyoroti kasus keracunan siswa usai makan menu MBG

Pamekasan, Transatu – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali mencuat di Pamekasan. Kali ini, tidak hanya terjadi di SDN Pasanggar 1 Kecamatan Pegantenan, tetapi juga di SDN Murtajih 1 Kecamatan Pademawu.

Kedua sekolah tersebut sama-sama menerima jatah MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Bukhari Murtajih, Kamis (18/09/2025).

Sejumlah siswa dari dua sekolah dilaporkan mengalami muntah-muntah setelah menyantap menu MBG. Meski sebagian cepat pulih, kasus ini memicu pertanyaan serius tentang kualitas pengelolaan makanan dan fungsi pengawasan pemerintah.

Di sisi lain, muncul dugaan publik bahwa program MBG yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah justru berpotensi dijadikan ladang bisnis legal oleh pihak tertentu.

Hal ini disebabkan mekanisme verifikasi penyedia MBG yang dinilai tidak transparan, serta minimnya pendampingan ahli gizi dalam menentukan menu.

“Program ini tujuannya mulia, tapi jangan sampai jadi ajang mencari keuntungan. Kalau standar kesehatan dan gizi diabaikan, yang dikorbankan anak-anak sekolah,” ujar Faisol, Ketua Dear Jatim, Kamis (18/9/25).

Baca Juga :  Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Pemuda Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan

Menurutnya, pemerintah daerah harus segera melakukan audit terbuka terhadap Yayasan Al-Bukhari Murtajih, mulai dari aspek legalitas, pengelolaan dapur, hingga aliran anggaran.

“Kita perlu tahu apakah yayasan ini betul-betul layak mengelola program bergizi atau hanya sekadar menikmati proyek,” tambahnya.

Mantan Pengurus PKC PMII Jatim tersebut menilai, pengelolaan MBG harus melibatkan tenaga ahli gizi independen agar menu yang disajikan benar-benar aman.

“Kalau sekarang ada kasus keracunan, siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai anak-anak jadi kelinci percobaan,” tegasnya

Baca Juga :  Bupati Sumenep Ajak Lintas Sektor Perkuat Program Tuberkulosis Menuju Eliminasi TBC

Kasus ini mempertegas tuntutan agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Pamekasan tidak sekadar menyalurkan program, tetapi juga memastikan penyedia MBG benar-benar profesional dan memenuhi standar.

Tanpa langkah tegas, kekhawatiran publik bahwa MBG hanya jadi bisnis berkedok program sosial akan semakin menguat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden keracunan yang melibatkan siswa di dua sekolah tersebut.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MOMEN RAMADHAN RSUDMA SUMENEP BERI LAYANAN SEPENUH HATI
Direktur RSUD H. Moh Anwar Sumenep Pastikan Beri Layanan Terbaik Di Setiap Poli
RSUDMA Sumenep Galakkan Penyuluhan Kesehatan Kepada Anak Usia Dini
Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Pemuda Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan
RSUDMA Sumenep Tahun 2026 Siap Memasuki Rumah Sakit Berbasis Kompetensi 
Puskesmas Giligenting Kolaborasi Dengan KUA Beri Layanan Kesehatan Kepada Catin
Ayam Berulat Dibagikan ke Siswa TK, Dapur MBG SPPG Nurul Haromain Diprotes Wali Murid
Diduga Limbah Dapur MBG di Klompang Barat Pakong Cemari Lingkungan, Warga Takut DBD Merebak

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:43 WIB

MOMEN RAMADHAN RSUDMA SUMENEP BERI LAYANAN SEPENUH HATI

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:52 WIB

Direktur RSUD H. Moh Anwar Sumenep Pastikan Beri Layanan Terbaik Di Setiap Poli

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:12 WIB

RSUDMA Sumenep Galakkan Penyuluhan Kesehatan Kepada Anak Usia Dini

Senin, 9 Februari 2026 - 05:22 WIB

Direktur RSUDMA Sumenep Apresiasi Pemuda Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:46 WIB

RSUDMA Sumenep Tahun 2026 Siap Memasuki Rumah Sakit Berbasis Kompetensi 

Berita Terbaru