Menurutnya, sosok polisi muda tersebut memiliki latar belakang pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Al-Djufri Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, dan merupakan lulusan tahun 2021.

“Bripda Amirul Mu’minin memiliki latar belakang santri dan aktif dalam program Polisi Santri. Kehadirannya di masyarakat menjadi contoh nyata bahwa polisi juga bisa berperan dalam kegiatan keagamaan,” ujar Ipda Yoni, Selasa (10/3/2026).

Program Polisi Santri sendiri merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi anggota kepolisian. Personel yang tergabung di dalamnya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara institusi Polri dengan tokoh agama dan masyarakat.

Terlebih di bulan Ramadan, peran Polisi Santri dinilai semakin penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif melalui pendekatan keagamaan, seperti kegiatan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta silaturahmi dengan jamaah di masjid dan musholla.

“Kehadiran mereka bukan untuk melakukan penindakan, tetapi lebih kepada memberikan edukasi yang menyejukkan serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” jelasnya.