“Program ini tidak hanya fokus pada penangkapan ikan, tetapi juga akses pengolahan dan pemasaran agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, KNMP Desa Dapenda dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti pabrik es portable, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, dan sarana pendukung lainnya untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.
“Ikan yang kualitasnya terjaga tentu berdampak pada harga jual. Dengan dukungan fasilitas ini, mutu tangkapan bisa lebih baik dan ekonomi nelayan meningkat,” jelasnya.
Bahkan, Menteri Trenggono juga membuka peluang penambahan titik KNMP di wilayah lain di Sumenep, mengingat besarnya potensi perikanan tangkap dan budidaya di daerah kepulauan tersebut.
KNMP Desa Dapenda saat ini dihuni 1.893 kepala keluarga (KK), mayoritas berprofesi sebagai nelayan, dengan 31 perahu tradisional yang beroperasi mencari ikan.