"Di Pulau Madura, ditargetkan pembangunan 100 dapur SPPG, dan Pondok Pesantren Syaichona Kholil dipilih sebagai lokasi perdana karena nilai historisnya sebagai pusat pendidikan Islam tertua yang berperan dalam sejarah Nahdlatul Ulama," terangnya.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyambut baik peluncuran program nasional ini di wilayahnya dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.

“Kami menyambut baik dan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan program SPPG ini di Bangkalan. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari ikhtiar mencetak generasi masa depan yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Lukman juga menegaskan bahwa program ini memiliki dampak luas, tidak hanya dalam aspek pemenuhan gizi, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

“SPPG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi santri dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi bagi pesantren dan warga melalui pelibatan koperasi dan pelaku usaha lokal,” tambahnya.