Selain di Kecamatan Dungkek giat Reses dihari yang sama juga dilaksanakan di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep pada siang hari. Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Kepala Desa Lobuk ini berbeda dengan aspirasi masyarakat Dungkek yang konsen pada soal infrastruktur, masyarakat bluto menyoroti soal kepedulian pemerintah terhadap Madrasah Diniyah (Madin) yang saat ini sepertinya mulai dilupakan.

"Dulu saat tahun sekitar 2015 Pemprov Jawa timur sangat peduli dengan keberadaan Madrasah Diniyah, namun saat ini sangat sangat minim sekali Pak Dewan." Ujar salah satu peserta yang berprofesi sebagai Guru Madin.

Nur Faizin berjanji akan membawa aspirasi ini ke dalam rapat fraksi dan mendorongnya agar dibahas di komisi terkait, yaitu komisi Pendidikan.

"Memang terkait keberadaan Madin ini saya juga banyak mendapatkan keluhan, tentunya akan saya bawa dalam rapat fraksi agar bisa dibahas di komisi terkait, karena saya kebetulan ada di Komisi C yang tidak membidangi bagian Pendidikan, namun pasti akan tetap saya perjuangkan melalui teman teman fraksi PKB di Komisi E" Responnya.

Kegiatan Reses yang dilakukan Nur Faizin merupakan momentum untuk merangkul berbagai ide dan keluhan dari masyarakat yang harus di perjuangkan di DPRD Provinsi Jawa Timur, bukan sekedar formalitas semata.