Dirinya menambahkan pola dalam pembagian persen dari dana hibah dilakukan oleh Kabid OPD yang nantinya diteruskan ke kepala dinas.

"Jadi, kepala dinasnya tidak bertemu langsung, melainkan menyuruh bawahannya. Nantinya bawahan itu yang menyetor ke kepala dinas terkait setoran per proposal, ini punya siapa dan siapa," tambahnya.

Lanjut, Imam meminta KPK agar menyelidiki aliran dana yang masuk ke Isa Ansori, dirinya menegaskan bahwa harta kekayaan Isa Ansori cukup fantastis jika hanya dengan menjabat sebagai kepala dinas.

"Bahasa Isa Ansori yang bilang, aku ngga melok-melok itu cuma omong kosong. Benar dirinya tidak menerima langsung dari bawah, tapi kecurigaan kami tangan-tangan bawahannya itu yang menjadi perantara. Kami mohon KPK segera menuntaskan kasus dana hibah ini, sebab jika dibiarkan tanpa kejelasan begini, yang ada banyak kepala OPD akan kembali berulah dengan uang negara," minta Imam.

Imam memastikan bahwa sebelum adanya keputusan KPK untuk menghentikan proses penyelidikan kasus korupsi hibah, dirinya beserta mahasiswa Jawa Timur lainnya akan terus melakukan aksi di depan kantor KPK.