"Awalnya jaran serek ini tampil saat ada hajatan di keraton dan lambat Laun masyarakat juga mengikuti pada saat ada pernikahan bahkan di setiap momen perayaan di lembaga sekolah," ungkap Ibno.

Maka dari itu, melalui festival jaran serek ini merupakan komitmen pemerintah dalam rangka mempertahankan tradisi dan budaya yang kita miliki.

"Kita ketahui bahwa kuda di kabupaten Sumenep merupakan sebuah simbul, yaitu Kuda terbang, jadi kita berharap kepada generasi muda untuk melestarikannya, kalau tidak kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya lokal ini," ajaknya.