Pekerjaan beragam, wanita ini lakukan atau teman penghibur ini biasanya ditemui sebagai pemandu karaoke, teman ngobrol di klub atau bar, dan tuna Susila atau wanita yang menjajakan diri.
Seperti yang ungkapkan berinisial SL kepada media ini, dirinya mengaku tidak terima atas perlakuan yang ia alami di Room Karaoke DN 1 tersebut.
"Ya pada malam itu saya bersama dua teman saya yakni ET dan MM di jemput dari Ruko tempat kerja kami oleh 3 orang laki-laki untuk menjadi pemandu lagu di room tersebut, diantara tiga laki-laki yang menjemput kami itu ada pengelola di DN 1 yang bernama SD, sesuai dengan kesepakatan dalam satu jamnya kita di bayar 100 ribu, kami mulai jam 1 malam sampai jam 6 pagi, tapi setelah ternyata hak kami tidak di penuhi, dan saya tidak di bayar," Demikian ucap SL.
Selain itu ditambahkannya oleh SL, pada malam itu dirinya juga mengaku di paksa untuk melakukan hubungan intim oleh 'SD' di Room tersebut selama dua kali dibawah ancaman tanpa diberi imbalan uang.
"Saya dipaksa melayani SD untuk melakukan hubungan intim selama dua kali di Room itu, terpaksa saya layani karena saya takut, SD mengacungkan tangannya sambil mengepal, kalau saya menolak akan di tinju, dia juga berjanji akan membayar saya 600 ribu sekali main, tapi ternyata itu bohong, malam itu saya melayani dia dua kali di dalam Room tapi tidak di bayar juga, saya tidak terima pokoknya, harga diri saya terinjak-injak sekali pokoknya," Tandasnya.