"Kami tidak semerta-merta langsung percaya, mari kita kawal bersama , kalau dikemudian hari hasil pengukuran disalah gunakan untuk kepentingan diluar penyidikan, berarti akan banyak oknum yang terseret dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum," tegasnya.

Kasus pengukuran ini akan menambah deretan panjang masalah lingkungan di wilayah pesisir Pamekasan yang belum menemukan titik terang.

Warga berharap, pemerintah dan pihak terkait dapat segera menyelesaikan sengketa ini secara adil tanpa merugikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Pemerintah dan penegak hukum bisa fokus kepada kasus perusakan mangrove yang belum tuntas, bukan malah melakukan pengukuran yang akan memperkeruh keadaan seperti ini," pungkasnya.