Sosok Perempuan Cantik Yang Bikin Ketua KPU Hasyim Asy’ari Dipecat

- Jurnalis

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Cindra Aditi / Transatu


Jakarta, Transatu.id — Sosok Cindra Aditi Tejakinkin muncul sebagai simbol keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketidakadilan.

Terlibat dalam kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, Cindra memutuskan untuk meninggalkan kenyamanan di Belanda dan melakukan perjalanan jauh ke Jakarta demi satu tujuan mulia: mendapatkan keadilan.

Cindra, yang menjabat sebagai anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Den Haag, Belanda, datang membawa harapan akan tegaknya kebenaran.

Keputusannya untuk menempuh jalur hukum terhadap Hasyim Asy’ari menunjukkan keberanian luar biasa, terutama di tengah tekanan dan sorotan media yang intens.

Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, yakni menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Belgia, Cindra membawa perspektif internasional dalam setiap langkahnya.

Kepandaiannya dalam berargumentasi dan keteguhannya dalam prinsip menjadikan dirinya seorang pejuang yang tangguh dalam menegakkan keadilan.

Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap Hasyim Asy’ari menjadi tonggak penting dalam upaya membersihkan lembaga penyelenggara pemilu dari tindakan yang mencederai etika dan moralitas.

Keputusan ini mengguncang tatanan politik dan etika penyelenggaraan pemilu, sekaligus menjadi penegasan bahwa tindakan tak senonoh tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

Di balik bayang-bayang peristiwa ini, Cindra Aditi Tejakinkin tetap berdiri teguh. Dia bukan hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan keberanian dalam menghadapi ketidakadilan.

Langkahnya diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani bersuara dan melawan ketidakadilan.

Dengan perjalanan yang belum selesai, Cindra terus memperjuangkan keadilan, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk semua yang mengalami ketidakadilan serupa.

Keberaniannya adalah cerminan dari harapan akan masa depan yang lebih adil dan bermartabat.


Baca Juga :  Kasat Reskrim Eka Purnama Bagikan Daging Kurban Secara Door to Door
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Tembus Duit Haram Nyaris Rp 1.000 Triliun dari Emas Ilegal, ESDM Turun Tangan
RDP Berlanjut ke Lapangan, DPRD Tebo Temukan Pelanggaran di Dua Lokasi
Salut dan Bangga, Bupati M. Syukur Wisudakan 150 Lansia Tangguh S1 dan S2 di Pamenang Barat
PETI Pangkalan Jambu Retakan Asrama Putri Pesantren Tahfiz Al Karim
Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk
Putusan MK: Wartawan Tak Dapat Langsung Dituntut Pidana karena Kerja Jurnalistiknya
KUHAP baru berlaku, atur restorative justice hingga rekaman CCTV
Bulog Siap Beli Rp 6.400 Perkilogram, Wabup A. Khafidh dan Kapolres Panen Jagung di Rantau Alai
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:02 WIB

Tambang Ilegal Tembus Duit Haram Nyaris Rp 1.000 Triliun dari Emas Ilegal, ESDM Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:58 WIB

RDP Berlanjut ke Lapangan, DPRD Tebo Temukan Pelanggaran di Dua Lokasi

Selasa, 27 Januari 2026 - 03:50 WIB

Salut dan Bangga, Bupati M. Syukur Wisudakan 150 Lansia Tangguh S1 dan S2 di Pamenang Barat

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:48 WIB

PETI Pangkalan Jambu Retakan Asrama Putri Pesantren Tahfiz Al Karim

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:18 WIB

Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page