Hari Jadi Pamekasan ke-495, Pemkab Tekankan Pelestarian Bahasa dan Budaya Lokal

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Forkopimda usai upacara hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 495 tahun.

Foto bersama Forkopimda usai upacara hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 495 tahun.

Pamekasan, Transatu.id – Upacara peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan berlangsung khidmat di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (3/11/2026).

Kegiatan tahunan ini diikuti jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman hadir sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat menggunakan bahasa Madura. Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi menjadi langkah penting untuk menjaga identitas Pamekasan.

“Peringatan Hari Jadi adalah momen bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Bupati usai upacara.

Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana untuk memahami kembali sejarah Pamekasan dan mengambil hikmah dari perjalanan panjang daerah tersebut.

Baca Juga :  Calon Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Blusukan Ke Pasar Kalianget Disambut Antusias Warga

“Di dalam sejarah ada banyak pelajaran yang menjadi panduan bagi masa depan kita. Hari Jadi mengingatkan agar kita tidak melupakan akar budaya,” imbuhnya.

Bupati Kholilurrahman juga menyampaikan bahwa bahasa Madura memegang peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat. Pamekasan bahkan menjadi satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat apresiasi pemerintah pusat atas komitmennya melestarikan bahasa daerah.

Baca Juga :  Pemilik Bangunan Diduga Alfamidi Acuhkan SP1, Satpol PP Pamekasan Siap Layangkan Peringatan Kedua

“Bahasa Madura adalah identitas kita. Jika ditinggalkan, maka identitas itu akan perlahan hilang,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tetap merawat karakter budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kearifan lokal merupakan kekuatan yang harus dijaga.

“Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban. Kami berharap semuanya ikut merawat dan mempertahankannya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 8 Pejabat Eselon II, Bupati M. Syukur: Saudara Dilantik Bukan Karena Hebat, Tinggalkan Ego Sektoral
Demo Bupati Pamekasan, BMM Ungkap Dugaan Jatah Proyek Pendopo dan Mutasi Jabatan Eselon III
Lantik 6 Kades PAW, Bupati M. Syukur Singgung Tambang Rakyat, Dana Desa dan Camat
Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk
Gubernur Al Haris Ajak Pengurus Gereja HKBP Jambi Perkuat Kerukunan Antar Umat
Merangin Msuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program Sekolah Rakyat
Wujud Empati Sumut, Pj Sekda Ulosi Bupati M Syukur
Buka Universitas Merangin Fest 2026, Sekda Zulhifni Ajak Gen Z Jaga Akar Budaya

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:53 WIB

Lantik 8 Pejabat Eselon II, Bupati M. Syukur: Saudara Dilantik Bukan Karena Hebat, Tinggalkan Ego Sektoral

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:06 WIB

Demo Bupati Pamekasan, BMM Ungkap Dugaan Jatah Proyek Pendopo dan Mutasi Jabatan Eselon III

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:29 WIB

Lantik 6 Kades PAW, Bupati M. Syukur Singgung Tambang Rakyat, Dana Desa dan Camat

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:18 WIB

Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk

Senin, 26 Januari 2026 - 05:26 WIB

Gubernur Al Haris Ajak Pengurus Gereja HKBP Jambi Perkuat Kerukunan Antar Umat

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page