IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Hari Jadi Pamekasan ke-495, Pemkab Tekankan Pelestarian Bahasa dan Budaya Lokal

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Forkopimda usai upacara hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 495 tahun.

Foto bersama Forkopimda usai upacara hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 495 tahun.

Pamekasan, Transatu.id – Upacara peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan berlangsung khidmat di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (3/11/2026).

Kegiatan tahunan ini diikuti jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman hadir sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat menggunakan bahasa Madura. Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi menjadi langkah penting untuk menjaga identitas Pamekasan.

“Peringatan Hari Jadi adalah momen bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Bupati usai upacara.

Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana untuk memahami kembali sejarah Pamekasan dan mengambil hikmah dari perjalanan panjang daerah tersebut.

Baca Juga :  Kades Wakah Lantik Tiga Perangkat Desa Baru, Tokoh Masyarakat : Semoga Bisa Melayani Masyarakat Desa Wakah Dengan baik

“Di dalam sejarah ada banyak pelajaran yang menjadi panduan bagi masa depan kita. Hari Jadi mengingatkan agar kita tidak melupakan akar budaya,” imbuhnya.

Bupati Kholilurrahman juga menyampaikan bahwa bahasa Madura memegang peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat. Pamekasan bahkan menjadi satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat apresiasi pemerintah pusat atas komitmennya melestarikan bahasa daerah.

Baca Juga :  Dinas Kominfo Berbenah, Ahmad Khoirudin Tegaskan Tiga Poin Disiplin ASN

“Bahasa Madura adalah identitas kita. Jika ditinggalkan, maka identitas itu akan perlahan hilang,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat tetap merawat karakter budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kearifan lokal merupakan kekuatan yang harus dijaga.

“Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban. Kami berharap semuanya ikut merawat dan mempertahankannya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS
Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci
Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Bupati M. Syukur Santuni 77 Anak Yatim di Sela Pesantren Kilat
Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:14 WIB

Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:08 WIB

Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:04 WIB

Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:15 WIB

Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless

Berita Terbaru