IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Sanimas Desa Bringsang Sumenep Rp338 Juta Diduga Tak Jelas Titik Lokasinya

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Sumenep, Transatu – Program kegiatan Sanitasi Masyarakat (Sanimas) atau Jamban Sehat yang dikerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Unggulan di Desa Bringsang, KecamatanGiligenting Kabupaten Sumenep, dengan nilai Rp338.040.000 dari Anggaran Tahun 2025, kini menuai tanda tanya besar. Pasalnya, hingga saat ini, titik lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut tidak jelas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bringsang mengaku bahwa program tersebut masih dalam tahap berjalan. Namun, ketika dimintai keterangan mengenai titik lokasi pasti, ia hanya menjawab secara umum.

Baca Juga :  Mediasi Warga Dengan PT Tal Tebo Belum Putus Alasan Titik Koordinat

“Semua dusun yang layak akan mendapatkan, titiknya ditentukan oleh pendamping KSM,” ujar Kepala Desa Bringsang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, informasi yang disampaikan Kepala Desa tidak memperjelas kondisi di lapangan. Ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai siapa pendamping KSM yang dimaksud, serta bagaimana cara masyarakat atau media bisa menghubunginya, Kepala Desa enggan memberikan nomor kontak.

Baca Juga :  Inovasi Baru RSUDMA Sumenep Pneumatic Tube Sistem Percepat Kirim Sampel Dan Dokumen Antar Ruangan

Hal ini membuat publik semakin kesulitan menelusuri progres pelaksanaan program Sanimas yang menelan anggaran ratusan juta tersebut.

Padahal, transparansi sangat dibutuhkan agar masyarakat mengetahui secara nyata keberadaan pembangunan yang menyangkut kepentingan publik.

Sementara itu, sejumlah warga Bringsang yang dimintai tanggapan mengaku belum mengetahui adanya pembangunan jamban sehat di dusun mereka.

“Belum ada, saya juga tidak tahu di dusun mana yang dikerjakan. Kalau ada bantuan jamban biasanya cepat terdengar, tapi sampai sekarang belum,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Gara Rebut Wilayah Tambang Ilegal SAD Merangin Nyaris Bentrok

Program Sanimas sejatinya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi sehat, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan desa.

Namun, tanpa adanya kejelasan titik lokasi, rawan menimbulkan dugaan penyimpangan dalam realisasi program.

Sejumlah pihak berharap agar Dinas terkait turun langsung melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan rencana dan anggaran yang sudah dialokasikan.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam
Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel
Baru Selesai Dibangun Lampu Taman Rp3 Miliar di Sebelah Polres Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:08 WIB

Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:58 WIB

Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:57 WIB

Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel

Berita Terbaru