IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Duh, Usai Demo di Kantor Bupati, Sekretariat HMI Cabang Bangko Didatangi “Orang Istana”

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merangin – Demokrasi di Kabupaten Merangin bobrok, hancur, dan ambaradul, mungkin kata-kata ini tepat menggambarkan aksi intimidasi “orang istana” ke sekretariat HMI Cabang Bangko usai melaksanakan demontrasi di gedung kantor Bupati Merangin.

Diduga Sosok berinisial EY tersebut mendatangi markas pejuang tersebut menemui langsung orator demontrasi sebelumnya. Ia menyebut akan banyak orang yang datang namun dicegah olehnya untuk diselesaikan sendiri.

“Sebenarnya banyak yang akan datang ke sini. Namun abang cegah. Bisalah abang menyelesaikannya sendiri,” ungkap Sandra Wandi menirukan ucapan EY saat menemui dirinya yang sendirian di sekretariat HMI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wandi mengatakan, EY mempertanyakan narasi dirinya saat menjawab ucapan Wakil Bupati Abdul Khafidh yang menyebut “Pimpinan saya bukan anda (Wandi),”. Aktivis HMI itu yang terkejut mendengar narasi yang dianggap keliru itu langsung menjawab spontan.

Baca Juga :  Tegas ! Polres Sumenep Pasang Banner Larangan Anggota Polri Masuk Tempat Hiburan

“Bukan kami (rakyat), bukan kami (rakyat), kamu itu sebagai apa,” kata Wandi.

Narasi “Kamu” lanjut Wandi, itu yang dipermasalahkan EY. Ucapan tersebut tidak diterima oleh EY.

“Saat itu saya terkejut, seorang pejabat mengatakan kami bukan pimpinan. Padahal pimpinan pejabat adalah rakyat. Spontan saya jawab kamu itu sebagai apa,” katanya.

EY mengingatkan agar kedepan tidak mengucapkan kata-kata seperti itu saat aksi demontrasi. Kemudian EY bergegas meninggalkan markas juang mahasiswa organisasi mahasiswa islam tertua di Indonesia tersebut.

Baca Juga :  Event Musik Tong-Tong Di Sumenep Sukses Di Gelar

Kepada awak media Wandi menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan rakyat kecil. Selain itu sebagaimana fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bisa menjadi bahan evaluasi.

“Kami ini bukan penjahat yang harus dimusihi. Kami hanya menyampaikan suara rakyat atas kebijkan yang menyulitkan hidup mereka. Seharusnya dijadikan evaluasi bagi pejabat untuk melayani masyarakatnya,” katanya.

Anak muda ini mengatakan, tuntutan mereka pada saat itu jelas berpihak untuk kepentingan rakyat. Diantaranya pembatalan pembelian mobil dinas baru bupati dan wakil bupati di tengah efesiansi anggaran.

“Padahal mobil lama masih baru. Lebih baik dana tersebut bisa dialihkan untuk infrastuktur jalan rusak di kota atau pedesaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Puncak Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-754 Bakal Terlaksana di Kota Tua, Kecamatan Kalianget

Selain itu, menggratiskan lapak PKL yang disiapkan pemerintah enam bulan. “Di situ (pasar rakyat) kan lokasi baru, pembeli kalau awal-awal bagini masih sepi. Jadi biarkan mereka mengumpulkan modal dulu,” katanya.

Tuntutan terakhir menutup tempat hiburan malam. Menurutnya masyarakat sangat diresahkan dengan hiburan malam yang semakin merajalela dan merusak generasi muda.

“Di momentum 100 hari kerja kami menyuarakan kinerja bupati dan wakil bupati yang terkesan tidak tegas dengan hiburan malam. Buktinya sejak dilantik, bahkan di bulan Ramadan hingga saat ini tidak pernah merazia tempat penyakit masyarakat itu,” pungkasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Tabir Pertanyakan Keseriusan Pemerintah, Hingga Tumpukan Sampah Seperti Gunung
Masyarakat Pulau Kangean Antusias Beri Donasi Kepada Korban Kebakaran
Korban Kebakaran, Madawiyah Hendak Di Rujuk Ke RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep
Balon Udara ‘Marbol Group’ Berukuran Besar Diterbangkan Bebas, Polisi Diduga Kecolongan
Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 01:46 WIB

Warga Tabir Pertanyakan Keseriusan Pemerintah, Hingga Tumpukan Sampah Seperti Gunung

Rabu, 25 Maret 2026 - 06:19 WIB

Masyarakat Pulau Kangean Antusias Beri Donasi Kepada Korban Kebakaran

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:51 WIB

Korban Kebakaran, Madawiyah Hendak Di Rujuk Ke RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep

Senin, 23 Maret 2026 - 15:32 WIB

Balon Udara ‘Marbol Group’ Berukuran Besar Diterbangkan Bebas, Polisi Diduga Kecolongan

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Berita Terbaru